Tenunan
Pembuatan Tenunan
Jenis tenunan yang dihasilkan adalah Tenun Ikat Lungsi, Tenun Ikat Pakan, dan Songket. Teknik tenun ikat merupakan kain tenun yang dibuat dengan cara mengikat benang guna membentuk ragam hias pada kain. Teknik mengikat ini merupakan cara tertua untuk menghias kain dan pewarnaan alami sesuai dengan desain yang diinginkan.
Tenun Ikat Lungsi adalah cara mengikat benang ke arah lungsi (vertikal). Kain yang dibuat dengan teknik ikat lungsi dipakai untuk tujuan magis yang terdapat motif nenek moyang, pohon hayat, dan perahu.
Tenun ikat pakan merupakan teknik tenun dengan cara mengikat benang ke arah pakan (horizontal) guna membentuk ragam hias. Teknik ini menggunakan bahan kapas dan sutera serta diterapkan dengan memakai benang emas dan benang perak.
Songket merupakan proses penambahan benang timbul dalam bentuk tertentu dengan cara menyisipkan benang tambahan di atas atau di bawah silangan benang lungsi dan benang pakan sesuai dengan pola motif. Cara menambahkan benang tambahan ini yaitu dengan cara mengangkat atau menyungkit beberapa helai benang lungsi dan menyisipkan benang tersebut diantara rongga jalinan ke dua jenis benang dasar. Benang tambahan ini berupa benang emas dan benang perak.
Kain tenun dapat berbentuk sebagai penutup kepala, selendang, baju, sarung, ikat pinggang/pinggul, dan penutup makanan. Fungsinya digunakan sebagai kelengkapan pakaian adat, upacara daur hidup, dan status simbol masyarakat etnis.
Pewarnaan
Tenun tradisional masih menggunakan warna alam seperti warna merah dan coklat dari getah buah sepang (Caeselpinia Sappau), batang, kulit atau akar buah mengkudu (Marinda Citriflora) dan Asam Jawa (Tamarindus Indica), warna kuning menggunakan Kunyit (Curcuma Domestica) sedang warna biru dari Indigo (Indigofera), daun Talom atau buah Dedukhuk.
Peralatan Pembuatan Tapis Tekang
Alat untuk merentangkan kain pada saat menyulam atau menyucuk benang emas pada tahap pembuatan hiasan atau motif tapis. Penyulaman dilakukan setelah kain selesai ditenun. Midangan bentuknya seperti bingkai yang persegi panjang. Pada alat ini terdapat sepotong papan sebagai penahan kain serta kawat tempat gulungan benang emas dan penyawat. Bahan yang akan disulam dimasukkan pada rangka midangan dan pada bagian tengah dimasukkan penahan dengan posisi terbentang sehingga kain kencang dan mudah disulam.
Peralatan Menenun
Alat Tenun Gedogan/Pattek/Panthok
Mattakh
Mattakh merupakan peralatan tenun yang berfungsi untuk membuat atau
menenun kain.
1. Sessang
Alat untuk menyusun benang
2. Terikan
Alat untuk mengulung benang yang akan ditenun. Terikan juga digunakan untuk menahan rentangan benang pada saat penenunan.
3. Cacap
Alat untuk meletakkan alat-alat
mattakh.
4. Belida
Alat untuk merapatkan benang.
5. Kusuran
Mengatur susunan benang dan juga memisahkan benang.
6. Apik
Pengapit yang jumlahnya dua buah. Apik berguna untuk menahan rentangan benang dan menggulung hasil tenunan.
7. Guyun
Digunakan untuk mengatur benang.
8. Ijan atau Penekan
Tunjangan kaki penenun.
9. Sekeli
Tempat gulungan benang pakan yaitu benang yang dimasukkan secara melintang pada saat penenunan.
10. Terupong atau Teropong
Alat yang penggunaannya bersamaan dengan sekeli yaitu memasukan benang pakan ke tenunan.
11. Amben
Alat penahan punggung penenun.
Tenun Ikat Lungsi adalah cara mengikat benang ke arah lungsi (vertikal). Kain yang dibuat dengan teknik ikat lungsi dipakai untuk tujuan magis yang terdapat motif nenek moyang, pohon hayat, dan perahu.
Tenun ikat pakan merupakan teknik tenun dengan cara mengikat benang ke arah pakan (horizontal) guna membentuk ragam hias. Teknik ini menggunakan bahan kapas dan sutera serta diterapkan dengan memakai benang emas dan benang perak.
Songket merupakan proses penambahan benang timbul dalam bentuk tertentu dengan cara menyisipkan benang tambahan di atas atau di bawah silangan benang lungsi dan benang pakan sesuai dengan pola motif. Cara menambahkan benang tambahan ini yaitu dengan cara mengangkat atau menyungkit beberapa helai benang lungsi dan menyisipkan benang tersebut diantara rongga jalinan ke dua jenis benang dasar. Benang tambahan ini berupa benang emas dan benang perak.
Kain tenun dapat berbentuk sebagai penutup kepala, selendang, baju, sarung, ikat pinggang/pinggul, dan penutup makanan. Fungsinya digunakan sebagai kelengkapan pakaian adat, upacara daur hidup, dan status simbol masyarakat etnis.
Pewarnaan
Tenun tradisional masih menggunakan warna alam seperti warna merah dan coklat dari getah buah sepang (Caeselpinia Sappau), batang, kulit atau akar buah mengkudu (Marinda Citriflora) dan Asam Jawa (Tamarindus Indica), warna kuning menggunakan Kunyit (Curcuma Domestica) sedang warna biru dari Indigo (Indigofera), daun Talom atau buah Dedukhuk.
Peralatan Pembuatan Tapis Tekang
Alat untuk merentangkan kain pada saat menyulam atau menyucuk benang emas pada tahap pembuatan hiasan atau motif tapis. Penyulaman dilakukan setelah kain selesai ditenun. Midangan bentuknya seperti bingkai yang persegi panjang. Pada alat ini terdapat sepotong papan sebagai penahan kain serta kawat tempat gulungan benang emas dan penyawat. Bahan yang akan disulam dimasukkan pada rangka midangan dan pada bagian tengah dimasukkan penahan dengan posisi terbentang sehingga kain kencang dan mudah disulam.
Peralatan Menenun
Alat Tenun Gedogan/Pattek/Panthok
Mattakh
Mattakh merupakan peralatan tenun yang berfungsi untuk membuat atau
menenun kain.
1. Sessang
Alat untuk menyusun benang
2. Terikan
Alat untuk mengulung benang yang akan ditenun. Terikan juga digunakan untuk menahan rentangan benang pada saat penenunan.
3. Cacap
Alat untuk meletakkan alat-alat
mattakh.
4. Belida
Alat untuk merapatkan benang.
5. Kusuran
Mengatur susunan benang dan juga memisahkan benang.
6. Apik
Pengapit yang jumlahnya dua buah. Apik berguna untuk menahan rentangan benang dan menggulung hasil tenunan.
7. Guyun
Digunakan untuk mengatur benang.
8. Ijan atau Penekan
Tunjangan kaki penenun.
9. Sekeli
Tempat gulungan benang pakan yaitu benang yang dimasukkan secara melintang pada saat penenunan.
10. Terupong atau Teropong
Alat yang penggunaannya bersamaan dengan sekeli yaitu memasukan benang pakan ke tenunan.
11. Amben
Alat penahan punggung penenun.
Pilihan Artefak